Pengertian Kebutuhan - Kebutuhan adalah kekurangan, artinya ada sesuatu yang kurang, karena itu timbul kehendak untuk memenuhi atau mencukupinya. Kehendak ini dapat di samakan pule dengan daya pendorong supaya berbuat sesuatu, bertingkah laku (Gunarsa, 1988: 15).
Maslow melukiskan juga bahwa kebutuhan adalah “suatu hasrat makin menjadi diri sendiri dengan sepenuh kemampuan yang dimiliki sendiri dan menjadi apa saja menurut kemampuannya”. Ia juga mengatakan, kebutuhan-kebutuhan itu tidak semata-mata bersifat fisiologis, melainkan juga bersifat psikologis. Sebenarnya kebutuhan-kebutuhan ini merupakan inti dari kodrat manusia, hanya saja mereka itu lemah serta mudah diselewengkan dan dikuasai oleh proses belajar, kebiasaan, atau tradisi yang keliru (Goble, 1987).
Dalam teori teori tingkat kebutuhan (hierarchi need) Maslow (dalam Ali & Asrori, 2006:154), disebutkan:
a. Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan ini yang paling dasar, paling kuat dan paling jelas dari sekian banyak kebutuhan manusia karena merupakan kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya secara fisik yaitu kebutuhan akan makanan, minuman, sandang, tempat tinggal, seks, tidur dan oksigen. Semisal, ”seseorang yang mengalami kekurangan makanan, pertama-tama yang akan dilakukan adalah memburu makanan terlebih dahulu sedangkan kebutuhan-kebutuhan lain akan ditekan lebih dahulu. Bagi orang yang lapar berat dan membahayakan dirinya, motivasi utamanya adalah makanan untuk menghilangkan rasa laparnya.
b. Kebutuhan Rasa Aman
Kebutuhan rasa aman dapat dikatakan sebagai kebutuhan yang lebih tinggi dari kebutuhan fisiologis. Kebutuhan ini akan segera muncul setelah kebutuhan fisiologisnya terpenuhi, akan muncul juga pada diri seseorang kebutuhan akan rasa aman. Contohnya: seorang siswa menyukai konsistensi dan kerutinan sampai batas-batas tertentu. Jika kejelasan dapat diramalkan dan konsistensi tidak ditemukan dalam dunianya siswa akan merasa cemas dan tidak aman. Menurut Maslow, kebebasan yang ada batasannya sesungguhnya sangat diperlukan bagi perkembangan siswa ke arah penyesuaian diri yang lebih baik.
c. Kebutuhan Rasa Memiliki dan Kasih Sayang
Bagi Maslow, cinta dan kasih saying merupakan sesuatu yang hakiki dan sangat berharga dalam kehidupan manusia karena di dalamnya menyangkut suatu hubungan erat, sehat dan penuh kasih antara dua orang atau lebih, serta menumbuhkan sikap saling percaya. Dalam hubungan antar manusia yang dilandasi rasa kasih sayang dan rasa memiliki akan menumbuhkan hubungan yang sejati. Jadi kebutuhan akan rasa cinta dan kasih sayang serta rasa memiliki merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan sejak masih bayi sampai tua.
 |
Kebutuhan "kasih sayang" |
d. Kebutuhan Estetik
Maslow menunjukkan bahwa kebutuhan estetik berkorelasi dengan gambaran diri seseorang. Mereka yang tidak menjadi lebih sehat oleh keindahan adalah orang-orang yang terbelenggu oleh gambaran diri mereka rendah. Lebih lanjut Maslow bahkan mengatakan kebutuhan keindahan dapat ditemukan dalam setiap peradaban dari zaman ke zaman.
e. Kebutuhan Akan Pertumbuhan
Kebutuhan ini merupakan hasil perluasan dan upaya memperjelas teori kebutuhan dasar manusia, yaitu sifat menyeluruh, kesempurnaan, penyelesaian, keadilan, sifat hidup, sifat kaya, kesederhanaan, keindahan, kebaikan, keunikan, sifat tanpa kesukaran, sifat penuh permainan, kebenaran, kejujuran, kenyataan dan sifat merasa cukup.
f. Kebutuhan Aktualisasi Diri
Kebutuhan aktualisasi diri merupakan salah satu aspek yang penting dalam teori Maslow tentang motivasi. Dikatakan bahwa kebutuhan aktualisasi biasanya muncul sesudah kebutuhan akan penghargaan dan kasih sayang terpenuhi secara memadai. Dalam hierarki kebutuhan aktualisasi diri merupakan kebutuhan tertinggi atau puncak kebutuhan manusia.
Selain teori kebutuhan Maslow, satu lagi teori kebutuhan yang juga dikenal cukup luas yaitu teori kebutuhan McClelland (dalam Ali & Asrori, 2006: 159), dijelaskan bahwa pemahaman tentang motivasi akan semakin mendalam apabila individu mempunyai tiga jenis kebutuhan, yaitu:
a. Kebutuhan untuk Berprestasi (need for achievement) disingkat N-Ach
Pada dasarnya setiap individu ingin dipandang sebagai orang yang berhasil dalam hidupnya. Kebutuhan ini sangat menonjol ketika individu berada pada masa remaja. Sebaliknya, tidak ada orang yang senang jika menghadapi kegagalan dalam hidupnya atau dikatakan sebagai orang yang gagal atau tidak berhasil. Kenyataan ini merupakan cerminan bahwa di dalam diri orang itu terdapat kebutuhan untuk berprestasi (need for achievement).
b. Kebutuhan untuk Berkuasa (need for power) disingkat N-Pow
Menurut teori ini, kebutuhan akan kekuasaan menampakkan diri pada keinginan untuk mempunyai pengaruh terhadap orang lain. Dikatakannya bahwa seseorang yang memiliki kebutuhan untuk berkuasa besar, biasanya menyukai kondisi kompetisi dan orientasi status serta akan lebih memberikan perhatian pada berbagai faktor yang memungkinkan dirinya mengembangkan pengaruhnya terhadap orang lain.
c. Kebutuhan untuk Berafiliasi (need for affiliation) disingkat N-Aff
Kebutuhan afiliasi ini merupakan kebutuhan nyata pada setiap manusia, terlepas dari status, kedudukan, jabatan, maupun pekerjaan yang dimilikinya. Kebutuhan ini pada umumnya tercermin pada keinginan berada pada situasi yang bersahabat dalam interaksi seorang dengan orang lain. Seseorang akan merasa senang, aman dan berharga ketika dirinya diterima dan memperoleh tempat di dalam kelompok. Sebaliknya, akan merasa cemas, kurang berharga, ketika dirinya tidak diterima atau bahkan disisihkan oleh kelompoknya.